Deskripsi Produk

ZheJiang WALLONG-HSIN MACHINERY ENGINEERING CORPORATION LTD. short name ‘JSW’, is a wholly state-owned company, also a subsidiary of SINOMACH GROUP (the biggest machinery group in China, ranked No.250 of TOP500 in 2571). 

JSW is founded in 1992 and registered with capital of 4.5 million US dollars, located in HangZhou city, ZheJiang Province, with workshop area 50,000 square meters with first-class production lines, and office area 3000 square meters.

JSW passed ISO 9001,ISO 14001,ISO 45001 ,ISO 50001 and AEO custom certified.
The turnover last year is 20 million US dollar,exporting to European, North American, South American, and Asian markets. 

We have successfully developed a wide range and variety of drive shaft products,mainly including PTO agricultural shaft, industrial cardan shaft, drive shaft for automotive, and universal couplings.

Our products are welcomed by all our customers based on our competitive price, guaranteed quality and on-time delivery.

*Agricultural PTO batang :
Standard series, customized also accpeted.
Tube type:Triangle, Lemon, Star, Spline stub (Z6,Z8,Z20,Z21).
Accessory: various yokes, splined stub shaft, clutch and torque limiter.

*Industrial cardan batang
Light duty type: flange Dia. Φ58-180mm
Medium duty type: SWC180 – 550

*Automotive drive batang : 
Aftermarket for ATV,Pickup truck,Light truck

***HOW TO CHOOSE THE SUITABLE PTO SHAFT FOR YOUR DEMANDS?

1. Model/size of the universal joint, which is according to your requirment of maximum torque(TN) and R.P.M.

2. Closed overall length of shaft assembly (or cross (u-joint) to cross length).

3. Shape of the steel tube/pipe (traiangle, lemon, star, splined stub).

4. Type of the 2 end yokes/forks which used to connect the input end (power source) and output end (implement).
    Including the series of quick released splined yoke/fork, plain bore yoke/fork, wide-angle yoke/fork, double yoke/fork.

5. Overload protection device including the clutch and torque limitter.
    (shear bolt SB, free wheel/overrunning RA/RAS, ratchet SA/SAS, friction FF/FFS) 

6. Others requirements:such as with/no plastic guard, painting color, package type,etc.

Triangle tube type
Seri Cross kit Operating torque
540rpm    1000rpm
Kw Pk Nm Kw Pk Nm
T1 1.01    22*54 12 16 210 18 25 172
T2 2.01    23.8*61.3 15 21 270 23 31 220
T3 3.01    27*70 22 30 390 35 47 330
T4 4.01    27*74.6 26 35 460 40 55 380
T5 5.01    30.2*80 35 47 620 54 74 520
T6 6.01    30.2*92 47 64 830 74 100 710
T7 7.01    30.2*106.5 55 75 970 87 118 830
T7N 7N.01 35*94 55 75 970 87 118 830
T8 8.01    35*106.5 70 95 110 110 150 1050
T38 38.01  38*105.6 78 105 123 123 166 1175
T9 9.01    41*108 88 120 140 140 190 1340
T10 10.01  41*118 106 145 179 170 230 1650

 

Lemon tube type
Seri Cross kit Operating torque
540rpm    1000rpm
Kw Pk Nm Kw Pk Nm
L1 1.01    22*54 12 16 210 18 25 172
L2 2.01    23.8*61.3 15 21 270 23 31 220
L3 3.01    27*70 22 30 390 35 47 330
L4 4.01    27*74.6 26 35 460 40 55 380
L5 5.01    30.2*80 35 47 620 54 74 520
L6 6.01    30.2*92 47 64 830 74 100 710
L32 32.01  32*76 39 53 695 61 83 580

 

Star tube type
Seri Cross kit Operating torque
540rpm    1000rpm
Kw Pk Nm Kw Pk Nm
S6 6.01    30.2*92 47 64 830 74 100 710
S7 7.01    30.2*106.5 55 75 970 87 118 830
S8 8.01    35*106.5 70 95 1240 110 150 1050
S38 38.0    38*105.6 78 105 1380 123 166 1175
S32 32.01  32*76 39 53 695 61 83 580
S36 2500   36*89 66 90 1175 102 139 975
S9 9.01    41*108 88 120 1560 140 190 1340
S10 10.01  41*118 106 145 1905 170 230 1650
S42 2600   42*104.5 79 107 1400 122 166 1175
S48 48.01  48*127 133 180 2390 205 277 1958
S50 50.01  50*118 119 162 2095 182 248 1740

 

Spline stub type
Seri Cross kit Operating torque
540rpm    1000rpm
Kw Pk Nm Kw Pk Nm
ST2 2.01    23.8*61.3 15 21 270 23 31 220
ST4 4.01    27*74.6 26 35 460 40 55 380
ST5 5.01    30.2*80 35 47 620 54 74 520
ST6 6.01    30.2*92 47 64 830 74 100 710
ST7 7.01    30.2*106.5 55 75 970 87 118 830
ST8 8.01    35*106.5 70 95 1240 110 150 1050
ST38 38.10  38*105.6 78 105 1380 123 166 1175
ST42 2600   42*104.5 79 107 1400 122 166 1175
ST50 50.01  50*118 119 162 2095 182 248 1740

*** APPLICATION OF PTO DRIEVE SHAFT:

We have a variety of inspection equipments with high precision, and QA engineers who can strictly control the quality during production and before shipment.
We sincerely welcome guests from abroad for business negotiation and cooperation,in CZPT new levels of expertise and professionalism, and developing a brilliant future.

  /* 22 Januari 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1

Warna: Red, Yellow, Black, Orange
Sertifikasi: CE, ISO
Jenis: Poros PTO
Bahan: Forged Carbon Steel C45/AISI1045, Alloy Steel
Machinery Application: Baler, Mower, Harvester, Cotton Picker, Tiller
Tube/Pipe Shape: Triangular/Lemon/Star Steel Tube, Spline Tub Shaft
Contoh:
US$ 15/Piece
1 Buah (Minimum Pemesanan)

|
Minta Sampel

Kustomisasi:
Tersedia

|

Permintaan Khusus

poros PTO

Bagaimana poros penggerak PTO menangani variasi panjang dan metode penyambungan?

Poros penggerak PTO (Power Take-Off) dirancang untuk menangani variasi panjang dan metode penyambungan, sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai konfigurasi peralatan dan aplikasi. Variasi ini diakomodasi melalui fitur dan mekanisme berikut:

1. Desain Teleskopik:

Banyak poros penggerak PTO dirancang dengan mekanisme teleskopik, yang memungkinkan panjang poros penggerak disesuaikan. Teleskopik memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan jarak antara sumber daya (misalnya, PTO traktor) dan peralatan yang digerakkan. Dengan memperpanjang atau menarik kembali bagian teleskopik poros penggerak, operator dapat mencapai panjang yang diinginkan dan memastikan keselarasan yang tepat. Fitur ini sangat berguna saat menghubungkan peralatan yang mungkin memiliki jarak yang berbeda dari sumber daya.

2. Tabung yang Tumpang Tindih:

Poros penggerak PTO sering kali terdiri dari beberapa tabung yang saling tumpang tindih ketika poros penggerak sepenuhnya terlipat. Tabung-tabung yang tumpang tindih ini memberikan stabilitas struktural dan memungkinkan penyesuaian panjang poros penggerak. Dengan memperpanjang atau menarik poros penggerak, tabung-tabung yang tumpang tindih akan bergeser satu sama lain, mengakomodasi variasi panjang. Desain tabung yang tumpang tindih memastikan bahwa poros penggerak mempertahankan integritas dan kesejajarannya selama pengoperasian.

3. Sambungan Splin:

Poros penggerak PTO biasanya memiliki sambungan beralur (spline), yang memberikan metode penyambungan komponen poros penggerak yang aman dan andal. Alur adalah tonjolan atau gigi yang diproses pada poros penggerak dan komponen pasangannya, seperti kuk atau flensa. Sambungan beralur memungkinkan ketidaksejajaran sudut dan pergerakan aksial sambil tetap mentransmisikan daya dengan lancar. Sambungan ini dapat mengakomodasi variasi panjang dengan memungkinkan poros penggerak memanjang atau memendek tanpa mengurangi kemampuan transfer torsi.

4. Mekanisme Penguncian:

Untuk memastikan stabilitas dan keamanan poros penggerak PTO, mekanisme penguncian diintegrasikan ke dalam desain. Mekanisme ini mengamankan bagian teleskopik atau sambungan beralur pada tempatnya setelah panjang yang diinginkan tercapai. Mekanisme penguncian umum meliputi pin pegas, kerah pelepas cepat, atau cincin pengunci. Mekanisme ini mencegah pergerakan atau pemisahan komponen poros penggerak yang tidak disengaja selama pengoperasian, memastikan sambungan yang aman bahkan di bawah beban dinamis.

5. Sambungan Universal:

Sambungan universal merupakan komponen integral dari poros penggerak PTO yang memungkinkan ketidaksejajaran sudut antara poros penggerak dan poros yang digerakkan. Sambungan ini terdiri dari dua rangka yang dihubungkan oleh bantalan berbentuk silang. Sambungan universal mengakomodasi variasi panjang dan sudut sambungan, memungkinkan poros penggerak untuk mentransfer daya dengan lancar dan efisien bahkan ketika peralatan tidak sejajar sempurna. Fleksibilitas sambungan universal membantu mengkompensasi ketidaksejajaran yang disebabkan oleh perubahan panjang atau metode penyambungan.

6. Adaptor dan Kopling:

Dalam situasi di mana terdapat perbedaan metode atau ukuran sambungan antara sumber daya dan peralatan yang digerakkan, adaptor dan kopling dapat digunakan. Komponen-komponen ini menjembatani kesenjangan antara berbagai jenis sambungan, memungkinkan poros penggerak PTO kompatibel dengan berbagai macam peralatan. Adaptor dan kopling dapat berupa flensa, adaptor spline, atau kopling lepas cepat, tergantung pada persyaratan sambungan spesifik.

7. Opsi Kustomisasi:

Produsen poros penggerak PTO sering menyediakan opsi kustomisasi untuk mengakomodasi kebutuhan panjang dan sambungan tertentu. Pelanggan dapat meminta poros penggerak dengan panjang berbeda atau menentukan jenis sambungan yang dibutuhkan untuk peralatan mereka. Kustomisasi memungkinkan penyesuaian yang tepat pada poros penggerak PTO agar sesuai dengan konfigurasi peralatan, memastikan kinerja dan kompatibilitas yang optimal.

Singkatnya, poros penggerak PTO menangani variasi panjang dan metode penyambungan melalui desain teleskopik, tabung yang saling tumpang tindih, sambungan beralur, mekanisme penguncian, sambungan universal, adaptor, kopling, dan opsi kustomisasi. Fitur dan mekanisme ini memberikan fleksibilitas dan kemampuan penyesuaian yang diperlukan untuk mengakomodasi berbagai pengaturan peralatan dan memastikan transfer daya yang efisien. Baik itu menyesuaikan panjang, beradaptasi dengan berbagai jenis sambungan, atau mengkompensasi ketidaksejajaran, poros penggerak PTO dirancang untuk menangani variasi yang ditemui dalam berbagai aplikasi dan industri.

poros PTO

How do PTO drive shafts handle variations in load and torque during operation?

PTO (Power Take-Off) drive shafts are designed to handle variations in load and torque during operation, providing a flexible and efficient power transmission solution. They incorporate several mechanisms and features that enable them to accommodate changes in load and torque. Here’s how PTO drive shafts handle variations in load and torque:

1. Kopling Fleksibel:

PTO drive shafts typically utilize flexible couplings, such as universal joints or constant velocity joints, at both ends. These couplings allow for angular misalignment and compensate for variations in load and torque. They can accommodate changes in the orientation and position of the driven equipment relative to the power source, reducing stress on the drive shaft and its components.

2. Spring-Loaded Friction Discs:

Some PTO drive shafts incorporate spring-loaded friction discs, commonly known as torque limiters or overload clutches. These devices provide a mechanical means of protecting the drive shaft and connected equipment from excessive torque. When the torque exceeds a predetermined threshold, the friction discs slip, effectively disconnecting the drive shaft from the power source. This protects the drive shaft from damage and allows the system to handle sudden increases or spikes in torque.

3. Slip Clutches:

Slip clutches are another mechanism used in PTO drive shafts to handle variations in torque. Slip clutches allow controlled slippage between the input and output shafts when a certain torque level is exceeded. They provide a means of limiting torque transmission and protecting the drive shaft from overload. Slip clutches can be adjustable, allowing the desired torque setting to be customized based on the specific application.

4. Torque Converters:

In certain applications, PTO drive shafts may incorporate torque converters. Torque converters are fluid coupling devices that use hydraulic principles to transmit torque. They provide a smooth and gradual ramp-up of torque, which helps in handling variations in load and torque. Torque converters can also provide additional benefits such as dampening vibrations and mitigating shock loads.

5. Load-Bearing Capacity:

PTO drive shafts are designed with sufficient load-bearing capacity to handle variations in load during operation. The material selection, diameter, and wall thickness of the drive shaft are optimized based on the anticipated loads and torque requirements. This allows the drive shaft to effectively transmit power without excessive deflection or deformation, ensuring reliable and efficient operation under different load conditions.

6. Regular Maintenance:

Proper maintenance is essential for the reliable operation of PTO drive shafts. Regular inspection, lubrication, and adjustment of the drive shaft components help ensure optimal performance and longevity. By maintaining the drive shaft in good condition, its ability to handle variations in load and torque can be preserved, reducing the risk of failures or unexpected downtime.

It’s important to note that while PTO drive shafts are designed to handle variations in load and torque, there are limits to their capacity. Exceeding the recommended load or torque limits can lead to premature wear, damage to the drive shaft and connected equipment, and compromise safety. It is crucial to operate within the specified parameters and consult the manufacturer’s guidelines for the specific PTO drive shaft model being used.

By incorporating flexible couplings, torque limiters, slip clutches, torque converters, and ensuring adequate load-bearing capacity, PTO drive shafts can effectively handle variations in load and torque during operation. These features contribute to the versatility, efficiency, and reliability of PTO drive shaft systems across a wide range of applications.

poros PTO

Bagaimana poros penggerak PTO menangani variasi kecepatan, torsi, dan sudut putaran?

Poros penggerak PTO (Power Take-Off) dirancang untuk menangani variasi kecepatan, torsi, dan sudut putaran, memungkinkan transmisi daya yang efisien antara sumber daya utama dan alat atau mesin. Variasi ini dapat terjadi karena perbedaan ukuran peralatan, kondisi operasi, dan tugas spesifik yang dilakukan. Berikut penjelasan rinci tentang bagaimana poros penggerak PTO menangani variasi ini:

1. Variasi Kecepatan:

Poros penggerak PTO dirancang untuk mengakomodasi variasi kecepatan antara sumber daya utama dan alat pertanian. Hal ini dicapai melalui kombinasi beberapa faktor:

  • Sambungan Beralur: Poros penggerak PTO dilengkapi dengan sambungan beralur di kedua ujungnya, memungkinkan sambungan yang aman dan presisi ke poros keluaran PTO dan poros masukan implement. Alur ini memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan panjang poros penggerak dan mengakomodasi berbagai kebutuhan kecepatan.
  • Mekanisme Teleskopik atau Geser: Beberapa poros penggerak PTO memiliki mekanisme teleskopik atau geser yang memungkinkan penyesuaian panjang. Mekanisme ini memungkinkan poros penggerak untuk menangani variasi kecepatan dengan memanjang atau memendek untuk menjaga keselarasan yang tepat dan mencegah tegangan atau kemacetan yang berlebihan. Hal ini memungkinkan poros penggerak untuk beroperasi secara efisien bahkan ketika jarak antara sumber daya utama dan alat pertanian berubah.
  • Pin Geser atau Mekanisme Kopling: Dalam situasi di mana terjadi peningkatan kecepatan secara tiba-tiba atau beban berlebih, poros penggerak PTO dapat dilengkapi dengan pin geser atau mekanisme kopling. Fitur keselamatan ini dirancang untuk memutus poros penggerak dari sumber daya utama, mencegah kerusakan pada poros penggerak dan peralatan terkait.

2. Variasi Torsi:

Poros penggerak PTO dirancang untuk menangani variasi torsi, yang sering ditemui saat menggerakkan berbagai jenis peralatan dan mesin. Berikut cara kerjanya dalam menangani variasi torsi:

  • Sambungan Beralur: Sambungan beralur pada poros penggerak dan poros keluaran PTO memberikan sambungan yang aman dan kuat yang dapat mentransmisikan torsi tingkat tinggi. Alur tersebut memastikan keselarasan dan transfer torsi yang tepat antara kedua poros, memungkinkan poros penggerak untuk menangani berbagai kebutuhan torsi.
  • Pin Geser atau Mekanisme Kopling: Mirip dengan penanganan variasi kecepatan, pin geser atau mekanisme kopling dapat dipasang pada poros penggerak PTO untuk melindunginya dari torsi berlebihan. Jika terjadi kelebihan beban atau peningkatan torsi secara tiba-tiba, fitur keselamatan ini akan melepaskan poros penggerak dari sumber daya utama, mencegah kerusakan pada poros penggerak dan peralatan yang terhubung.
  • Konstruksi Bertulang: Poros penggerak PTO biasanya dibuat menggunakan material yang tahan lama seperti baja atau paduan komposit. Konstruksi yang kokoh ini memungkinkan poros tersebut untuk menahan tingkat torsi yang tinggi dan menangani variasi tanpa mengorbankan integritas strukturalnya.

3. Sudut Rotasi:

Poros penggerak PTO dirancang untuk mengakomodasi variasi sudut rotasi antara sumber daya utama dan alat pertanian. Berikut cara mereka mengatasi variasi ini:

  • Desain Fleksibel: Poros penggerak PTO bersifat fleksibel, sehingga dapat beradaptasi dengan berbagai sudut putaran. Sambungan beralur dan mekanisme teleskopik atau geser yang disebutkan sebelumnya memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk menangani variasi sudut tanpa mengurangi transmisi daya.
  • Sambungan Universal: Dalam situasi di mana terdapat variasi sudut yang signifikan, poros penggerak PTO dapat menggunakan sambungan universal. Sambungan universal memungkinkan transmisi daya yang lancar bahkan ketika poros input dan output tidak sejajar atau berada pada sudut yang berbeda. Sambungan ini mengakomodasi perubahan arah putaran dan mengkompensasi variasi sudut, sehingga memastikan transfer daya yang efisien.

Dengan menggabungkan fitur-fitur seperti sambungan beralur, mekanisme teleskopik atau geser, pin geser atau mekanisme kopling, konstruksi yang diperkuat, dan sambungan universal, poros penggerak PTO dapat menangani variasi kecepatan, variasi torsi, dan sudut putaran. Elemen desain ini memungkinkan transmisi daya yang efisien dan memastikan pengoperasian alat dan mesin yang lancar di berbagai tugas dan kondisi operasi.

China Best Sales OEM ODM CE Certificated Pto Driveshaft for Agricultural Farm Machinery  China Best Sales OEM ODM CE Certificated Pto Driveshaft for Agricultural Farm Machinery
editor by CX 2024-04-24