Deskripsi Produk
Agricultural replacement parts PTO shaft fit for CHINAMFG Douglas Tecma Sovema Maschio CHINAMFG Sicma all Models
Replacement PTO shaft for Finish Mowers, Tillers, Spreaders, Hay Tedders and many more applications.
PTO is a series 4, rated for 40HP it has 1-3/8″ 6 spline push pin on both ends for easy installment. Complete with safety shield, The PTO measures 43″ from end to end and has an 58″ maximum extended length.
These PTO shafts fit the following Finish Mowers:
Bush Hog: ATH 600 and ATH 720, ATH 900, FTH 480, FTH 600, FTH 720, MTH 600, MTH 720 Series Mowers;
Landpride: FDR1548, FDR1560, FDR1572, FDR1648, FDR1660, FDR1672, FDR2548, FDR2560, FDR2572, AT2660, AT2672 Series Mowers;
Kubota: BL348A, B342A; Caroni TC480, TC590, TC710, TC910 with spline Input Shaft;
Befco most late models with splined input shafts, early models had some with smooth input shaft;
CHINAMFG all Models;
Douglas all Models;
Tecma all Models;
Sovema all Models;
Maschio all Models;
CHINAMFG all Models;
Sicma all Models;
First Choice all Models
Related products
|
Materlal and Surface Treatment |
|
|
Cross shaft |
Heat treatment of 20Cr2Ni4A forging |
|
Bearing cup |
20CrMOTi forging heat treatment |
|
Flange fork |
ZG35CrMo, steel casting |
|
Spline shaft |
42GrMo forging heat treatment |
|
Spline bushing |
35CrM0 forging heat treatment |
|
Sleeve body |
42CrMo forging |
|
Surface treatment: |
spraying |
|
Flat key, positioning ring |
42GrMo forging |
The above are standard models and materials.
If you have special supporting requirements, you can customize production according to customer needs.
Please click here to consult us!
Application scenarios
Company Information:
/* 22 Januari 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1
| Jenis: | Poros PTO |
|---|---|
| Penggunaan: | Agricultural Products Processing, Farmland Infrastructure, Tillage, Harvester, Planting and Fertilization, Grain Threshing, Cleaning and Drying, Flail Mower Truck |
| Bahan: | All |
| Sumber Daya: | Electricity |
| Berat: | OEM |
| Layanan Purna Jual: | Installation Guide |
| Kustomisasi: |
Tersedia
| Permintaan Khusus |
|---|

Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih poros PTO yang tepat untuk suatu aplikasi?
Saat memilih poros Power Take-Off (PTO) yang tepat untuk suatu aplikasi, beberapa faktor perlu dipertimbangkan untuk memastikan kinerja, keamanan, dan kompatibilitas yang optimal. Poros PTO adalah komponen penting yang mentransmisikan daya dari sumber daya ke mesin atau peralatan yang digerakkan. Berikut adalah faktor-faktor kunci yang perlu dipertimbangkan saat memilih poros PTO yang tepat untuk suatu aplikasi:
1. Persyaratan Daya: Kebutuhan daya mesin yang digerakkan memainkan peran penting dalam menentukan poros PTO yang tepat. Pertimbangkan daya kuda (HP) atau daya kilowatt (kW) dari sumber daya dan pastikan poros PTO dapat menangani transmisi daya yang dibutuhkan. Sangat penting untuk mencocokkan kapasitas daya poros PTO dengan daya keluaran sumber daya untuk memastikan pengoperasian yang efisien dan andal.
2. Persyaratan Kecepatan dan Torsi: Pertimbangkan persyaratan kecepatan dan torsi dari mesin yang digerakkan. Tentukan kecepatan putaran dan tingkat torsi yang diinginkan agar peralatan dapat beroperasi secara efektif. Beberapa aplikasi memerlukan rasio kecepatan atau torsi tertentu, sementara yang lain mungkin memerlukan kecepatan variabel. Pastikan poros PTO yang dipilih dapat menangani rentang kecepatan dan torsi yang dibutuhkan untuk memberikan transfer daya yang diperlukan.
3. Tipe dan Desain Poros: Evaluasilah jenis dan desain poros PTO untuk memastikan kompatibilitas dengan aplikasi. Pertimbangkan faktor-faktor seperti jarak antara sumber daya dan mesin yang digerakkan, kebutuhan akan ketidaksejajaran sudut, dan fleksibilitas pergerakan yang dibutuhkan. Berbagai jenis poros, seperti poros standar, teleskopik, atau poros Kecepatan Konstan (CV), menawarkan kemampuan yang berbeda untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan aplikasi.
4. Pertimbangan Keselamatan: Keselamatan adalah faktor penting saat memilih poros PTO. Nilai fitur keselamatan yang disediakan oleh poros PTO, seperti pelindung, mekanisme baut geser, atau perangkat keselamatan lainnya. Pelindung harus dipasang untuk mencegah kontak yang tidak disengaja dengan poros yang berputar. Mekanisme baut geser dapat melindungi komponen penggerak dari kerusakan jika terjadi torsi berlebihan atau hambatan mendadak. Prioritaskan fitur keselamatan yang sesuai dengan bahaya dan risiko spesifik yang terkait dengan aplikasi tersebut.
5. Spesifikasi Aplikasi: Pertimbangkan persyaratan unik dari aplikasi tersebut. Faktor-faktor seperti jenis mesin, sektor industri, kondisi lingkungan, dan kondisi pengoperasian harus diperhitungkan. Misalnya, aplikasi pertanian mungkin memerlukan poros PTO yang dapat menangani penumpukan puing dan kotoran, sedangkan aplikasi industri mungkin memerlukan poros PTO dengan ketahanan korosi yang tinggi atau penyegelan khusus untuk melindungi dari kontaminan.
6. Kompatibilitas dan Kemampuan Saling Mengganti: Pastikan poros PTO yang dipilih kompatibel dengan sumber daya dan mesin yang digerakkan. Pertimbangkan faktor-faktor seperti diameter poros, ukuran spline, dan jenis sambungan. Periksa apakah poros PTO sesuai dengan standar industri dan apakah dapat dengan mudah diganti dengan komponen lain yang kompatibel jika diperlukan penggantian atau peningkatan. Kompatibilitas dan kemampuan untuk saling mengganti dapat menyederhanakan perawatan dan mengurangi waktu henti.
7. Produsen dan Kualitas: Pilihlah produsen atau pemasok yang bereputasi baik untuk memastikan kualitas dan keandalan poros PTO. Carilah produsen dengan rekam jejak memproduksi poros PTO berkualitas tinggi yang memenuhi standar dan peraturan industri. Pertimbangkan faktor-faktor seperti garansi, dukungan purna jual, dan ketersediaan suku cadang saat melakukan pemilihan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, Anda dapat memilih poros PTO yang tepat yang memenuhi persyaratan daya, kecepatan, torsi, keamanan, dan aplikasi. Disarankan untuk berkonsultasi dengan para ahli, seperti produsen peralatan atau spesialis poros PTO, untuk memastikan kecocokan optimal antara poros PTO dan aplikasinya.

Apa saja tindakan pencegahan keselamatan yang harus diikuti saat bekerja dengan poros PTO?
Bekerja dengan poros Power Take-Off (PTO) memerlukan kepatuhan ketat terhadap tindakan pencegahan keselamatan untuk mencegah kecelakaan dan memastikan kesejahteraan individu yang mengoperasikan atau bekerja di sekitar peralatan tersebut. Poros PTO melibatkan mesin yang berputar dan dapat menimbulkan bahaya yang signifikan jika tidak ditangani dengan benar. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan keselamatan penting yang harus diikuti saat bekerja dengan poros PTO:
1. Kenali Peralatan yang Tersedia: Sebelum mengoperasikan atau bekerja di dekat poros PTO, sangat penting untuk memahami sepenuhnya cara kerja peralatan tersebut, termasuk konfigurasi poros PTO spesifik, fitur keselamatan, dan mesin terkait. Baca dan ikuti petunjuk pabrikan dan pedoman keselamatan yang berkaitan dengan poros PTO dan peralatan terkait. Pelatihan dan pemahaman tentang peralatan sangat penting untuk memastikan praktik yang aman.
2. Kenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai: Saat bekerja dengan poros PTO, individu harus mengenakan peralatan pelindung diri yang sesuai untuk meminimalkan risiko cedera. Ini mungkin termasuk kacamata pengaman, pelindung telinga, sarung tangan, dan alas kaki yang kokoh. APD melindungi dari potensi bahaya seperti serpihan yang beterbangan, kebisingan, dan kontak yang tidak disengaja dengan komponen yang berputar.
3. Menjaga dan Melindungi: Pastikan poros PTO dan mesin terkait dilengkapi dengan pelindung dan pengaman yang sesuai. Pelindung membantu mencegah kontak yang tidak disengaja dengan bagian yang berputar, mengurangi risiko terjerat atau cedera. Poros PTO harus memiliki pelindung yang menutupi poros yang berputar dan sambungan universal yang terbuka. Mesin yang digerakkan oleh poros PTO juga harus memiliki pelindung yang memadai untuk melindungi dari kontak dengan bagian yang bergerak.
4. Kencangkan dan Sejajarkan Komponen Poros PTO dengan Aman: Sebelum mengoperasikan atau menghubungkan poros PTO, pastikan semua komponen terpasang dengan aman dan sejajar. Komponen yang longgar atau tidak sejajar dapat menyebabkan poros terlepas, ketidakseimbangan, dan potensi kegagalan. Ikuti panduan pabrikan untuk pemasangan dan pengencangan kopling, kuk, dan titik penghubung lainnya yang benar. Penyelarasan yang tepat sangat penting untuk mencegah tekanan berlebihan, getaran, dan keausan dini pada poros PTO dan peralatan terkait.
5. Hindari Pakaian dan Perhiasan yang Longgar: Pakaian longgar, perhiasan, atau barang-barang lain yang dapat tersangkut di poros PTO atau mesin terkait harus dihindari. Ikat rambut panjang, masukkan pakaian longgar ke dalam sepatu, dan lepaskan atau ikat dengan benar aksesori yang menjuntai. Barang-barang longgar dapat tersangkut di bagian yang berputar, yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahaya tersangkut.
6. Jangan Memodifikasi atau Menghapus Fitur Keselamatan: Poros PTO dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti pelindung pengaman, penutup pengaman, dan pembatas torsi karena suatu alasan. Fitur-fitur ini dirancang untuk melindungi dari potensi bahaya dan tidak boleh dimodifikasi, diabaikan, atau dilepas. Mengubah atau menonaktifkan fitur keselamatan dapat secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera. Jika ada fitur keselamatan yang rusak atau tidak berfungsi dengan benar, fitur tersebut harus segera diperbaiki atau diganti.
7. Matikan Sumber Daya Listrik Sebelum Melakukan Perawatan: Sebelum melakukan perawatan, perbaikan, atau penyetelan apa pun pada poros PTO atau mesin terkait, pastikan sumber daya listrik benar-benar dimatikan dan diputus. Ini termasuk mematikan mesin, memutus aliran listrik, dan mengaktifkan semua kunci atau mekanisme pengaman. Prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout) harus diikuti untuk mencegah pengaktifan atau penyalaan yang tidak disengaja selama kegiatan perawatan.
8. Perawatan dan Inspeksi Rutin: Perawatan dan inspeksi rutin pada poros PTO dan peralatan terkait sangat penting untuk pengoperasian yang aman. Ikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan dan lakukan inspeksi rutin untuk mengidentifikasi tanda-tanda keausan, kerusakan, atau ketidaksejajaran. Lumasi sambungan universal sesuai pedoman pabrikan untuk memastikan pengoperasian yang lancar. Segera atasi kebutuhan perawatan atau perbaikan untuk mencegah potensi bahaya.
9. Pelatihan dan Komunikasi: Pastikan bahwa individu yang mengoperasikan atau bekerja di dekat poros PTO menerima pelatihan yang memadai tentang praktik kerja yang aman, identifikasi bahaya, dan prosedur darurat. Promosikan komunikasi yang jelas mengenai keberadaan dan pengoperasian poros PTO untuk mencegah kontak atau gangguan yang tidak disengaja. Tetapkan metode komunikasi yang efektif, seperti sinyal atau radio, saat bekerja dalam tim atau di dekat peralatan yang berisik.
10. Waspadai Lingkungan Sekitar: Jaga kesadaran situasional saat bekerja dengan poros PTO. Perhatikan lokasi orang-orang di sekitar, rintangan, dan potensi bahaya. Pastikan area kerja di sekitar poros PTO bersih dan aman. Hindari gangguan dan fokus pada tugas yang sedang dikerjakan untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kurangnya perhatian.
Dengan mengikuti langkah-langkah keselamatan ini, individu dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera saat bekerja dengan poros PTO. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Bagaimana poros PTO menangani variasi kecepatan dan kebutuhan torsi?
Poros PTO (Power Take-Off shafts) dirancang untuk menangani variasi kecepatan dan torsi antara sumber daya (seperti traktor atau mesin) dan mesin atau peralatan yang digerakkan. Poros ini menggabungkan berbagai mekanisme dan komponen untuk memastikan transmisi daya yang efisien sekaligus mengakomodasi berbagai kebutuhan kecepatan dan torsi. Berikut penjelasan rinci tentang bagaimana poros PTO menangani variasi kecepatan dan torsi:
1. Sistem Gearbox: Poros PTO seringkali dilengkapi dengan sistem gearbox untuk menyesuaikan kebutuhan kecepatan dan torsi antara sumber daya dan mesin yang digerakkan. Gearbox memungkinkan pengurangan atau peningkatan kecepatan dan juga dapat mengubah arah putaran jika diperlukan. Dengan menggunakan rasio gigi yang berbeda, poros PTO dapat menyesuaikan kecepatan putaran dan keluaran torsi agar sesuai dengan kebutuhan spesifik peralatan yang digerakkan. Sistem gearbox memungkinkan poros PTO untuk memberikan kompatibilitas daya dan kecepatan yang diperlukan antara sumber daya dan mesin yang digerakkannya.
2. Mekanisme Baut Geser: Beberapa poros PTO, khususnya pada aplikasi yang diperkirakan akan mengalami beban berlebih atau beban kejut mendadak, menggunakan mekanisme baut geser. Mekanisme ini dirancang untuk melindungi komponen penggerak dari kerusakan dengan memutus poros PTO jika terjadi torsi berlebihan atau hambatan mendadak. Baut geser dirancang untuk patah pada ambang batas torsi tertentu, memastikan bahwa poros PTO terpisah sebelum komponen penggerak mengalami kerusakan. Dengan menggabungkan mekanisme baut geser, poros PTO dapat menangani variasi kebutuhan torsi dan memberikan fitur keselamatan untuk melindungi peralatan.
3. Kopling Gesekan: Poros PTO dapat dilengkapi dengan sistem kopling gesek untuk memungkinkan penyambungan dan pemutusan transfer daya yang halus. Kopling gesek menggunakan mekanisme cakram dan pelat tekanan untuk mengontrol transmisi daya. Operator dapat secara bertahap menyambungkan atau memutus transfer daya dengan menyesuaikan tekanan pada cakram gesek. Fitur ini memungkinkan kontrol yang tepat atas transmisi torsi, mengakomodasi variasi kebutuhan torsi sekaligus meminimalkan beban kejut pada komponen penggerak. Kopling gesek umumnya digunakan dalam aplikasi di mana penyambungan daya yang halus sangat penting, seperti pada pompa hidrolik, generator, dan mixer industri.
4. Sambungan Kecepatan Konstan (CV): Dalam kasus di mana mesin yang digerakkan membutuhkan rentang gerakan atau artikulasi yang signifikan, poros PTO dapat menggunakan sambungan Kecepatan Konstan (CV). Sambungan CV memungkinkan poros PTO untuk mengakomodasi ketidaksejajaran dan variasi sudut tanpa memengaruhi transmisi daya. Sambungan ini memberikan transfer daya yang halus dan konstan bahkan ketika mesin yang digerakkan berada pada sudut relatif terhadap sumber daya. Sambungan CV umumnya digunakan dalam aplikasi seperti loader artikulasi, telehandler, dan alat penyemprot swa-gerak, di mana mesin membutuhkan fleksibilitas dan rentang gerakan yang luas.
5. Desain Teleskopik: Beberapa poros PTO memiliki desain teleskopik yang memungkinkan penyesuaian panjang. Poros ini terdiri dari dua atau lebih poros konsentris yang saling bergeser, sehingga memungkinkan untuk memperpanjang atau menarik kembali poros PTO sesuai kebutuhan. Desain teleskopik mengakomodasi variasi jarak antara sumber daya dan mesin yang digerakkan. Dengan menyesuaikan panjang poros PTO, operator dapat memastikan transmisi daya yang tepat tanpa risiko poros terseret di tanah atau terlalu pendek untuk mencapai peralatan. Poros PTO teleskopik umumnya digunakan dalam aplikasi di mana jarak antara sumber daya dan alat kerja bervariasi, seperti pada alat kerja yang dipasang di depan, mesin peniup salju, dan gerbong pengangkut sendiri.
Dengan menggabungkan mekanisme dan desain ini, poros PTO dapat menangani variasi kecepatan dan kebutuhan torsi secara efektif. Poros PTO memberikan fleksibilitas, keamanan, dan kontrol yang diperlukan untuk memastikan transmisi daya yang efisien antara sumber daya dan mesin yang digerakkan. Poros PTO memainkan peran penting dalam menyesuaikan daya untuk memenuhi kebutuhan spesifik berbagai peralatan dan aplikasi.


editor by CX 2024-04-25